Our social:

Latest Post

Senin, 11 April 2022

FORMULIR PENDAFTARAN PPDB SMP NEGERI 1 TUTUR TAHUN PELAJARAN 2022/2023

  

Untuk memulai pendaftaran, silahkan klik tulisan berwarna kuning di sebelah jalur masuk yang dipilih. Ingat untuk hanya memilih satu jalur yang paling sesuai.

TAHAP I

 

11-16 April 2022

NO

JALUR MASUK

LINK

MENDAFTAR

1

PRESTASI RAPOR

https://bit.ly/ppdb_prestasirapor 

2

AFIRMASI

https://bit.ly/ppdb_afirmasispentur

3

PRESTASI PERLOMBAAN

https://bit.ly/ppdb_prestasilomba

4

PERPINDAHAN ORANG TUA

https://bit.ly/ppdb_perpindahanortu

5

TAHFIDZ / PENGHAFAL QUR’AN

https://bit.ly/ppdb_tahfidz

 

TAHAP II

9-14 Mei 2022

ZONASI

Menyusul


BUAT YANG MASIH BINGUNG MAU PILIH JALUR YANG MANA, BACA DULU PERSYARATAN TIAP JALUR YAK....




Senin, 04 April 2022

Guru Berbagi

 Modul 2.3.a.9 Koneksi Antar Materi, Pendidikan Guru Penggerak


Pembelajaran Berdiferensiasi-Pembelajaran Sosial Emosional-Coaching

0leh : Nurul Farida, Guru BK SMPN 1 Tutur, CGP Angkatan 4 Kab. Pasuruan 


    Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara sangatlah relevan dengan dunia pendidikan saat ini. Pemikiran-pemikirannya menjadi acuan dan dasar pemerintah dalam memajukan pendidikan di indonesia. 

    Menurut beliau bahwa pendidikan adalah proses menuntun tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kodrat yang dimilikinya agar anak tersebut memperoleh kebahagaiaan dan keselamatan baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat. 

    Untuk itu, salah satu proses menuntun  adalah dengan cara coaching. Dalam coaching guru berperan sebagai coach yang menuntun murid sebagai coachee dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang menggali potensi dan kemampuan murid agar dapat menemukan solusi atas permasalahannya.

    Guru sebagai coach sangat berperan  dalam menciptakan kenyamanan murid melalui keterampilan berkomunikasi dengan baik sehingga timbullah rasa empati, saling menghormati dan saling menghargai antara guru dan murid. 

    Salah satu cara meningkatkan potensi dan kemampuan murid adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran yang dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan belajar murid berdasarkan minat, profil dan kesiapan belajar. 

    Guru  mendesain proses pembelajaran yang mampu memaksimalkan potensi murid, menciptakan lingkungan yang kondusif yang dapat mendukung terlaksananya pembelajaran sosial emosional yaitu memberi rasa nyaman, menumbuhkan kesadaran diri, kesadaran sosial, membantu mengelola diri, membangun relasi, dan menuntun murid agar dapat mengambil keputusan yang bertanggungjawab.

    Proses coaching dapat berjalan dengan mengoptimalkan social emosional sehingga setiap murid mampu menyelesaikan setiap masalah dengan kemampuannya sendiri.

Coaching yang dilakukan oleh coach kepada coachee  membutuhkan empat keterampilan yaitu: 

1 .Keterampilan membangun dasar proses coaching, 

2. Keterampilan membangun hubungan baik, 

3) Keterampilan berkomunikasi, dan

 4) Keterampilan memfasilitasi pembelajaran. 

 

    Dalam proses coaching juga ada salah satu model yang biasa digunakan oleh coach yaitu model TIRTA yang meliputi langkah-langkah Tujuan utama pertemuan/pembicaraan; Identifikasi masalah coachee; Rencana aksi coachee; dan Tanggung jawab/komitmen. Dalam Aksi Aspek berkomunikasi untuk mendukung praktik coaching antara lain, Komunikasi Asertif menjadi Pendengar aktif, Bertanya reflektif dan Umpan balik positif.

 

Refleksi terhadap proses coaching di sekolah

 

Coaching merupakan  salah satu usaha yang dilakukan guru untuk menuntun segala potensi murid untuk hidup sesuai kodrat yang dimilikinya.

Coaching menjadikan murid dapat hidup sebagai individu dan bagian masyarakat yang mampu menggali dan memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Coaching dapat menuntun murid untuk berkesadaran penuh mencapai kemerdekaan belajar.

Pembelajaran Berdiferensiasi, Pembelajaran Sosial emosional, dan Coaching semuanya saling berkaitan dan merupakan usaha yang dilakukan guru sebagai seorang penuntun, untuk melaksanakan pendidikan yang berpusat pada anak , sesuai dengan kodratnya demi mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

TIPS TRIK DAN CARA MUDAH MENDAFTAR PPDB ONLINE DI SMP NEGERI 1 TUTUR


Selamat datang para pembaca halaman Penerimaan Peserta Didik Baru SMP Negeri 1 Tutur.

Khusus hari ini admin akan membahas cara mudah mendaftar PPDB Online di SMP Negeri 1 Tutur. Langsung saja simak berikut ini.

A.   TAHAP PERSIAPAN
Sebelum mendaftar, pastikan sudah:
1.     Meminta kepada sekolah asal (sekolah SD masing-masing) yaitu :
-        surat keterangan daftar nilai rapor mulai dari kelas 4 hingga kelas 6 semester 1
-        buku raport sekolah SD
2. Menyiapkan handphone/komputer/laptop yang memiliki kuota internet untuk mendaftar
3.  Menentukan jalur yang paling sesuai dengan calon peserta didik (Hanya boleh memilih 1 jalur)

BAGAIMANA SAYA MEMILIH JALUR MASUK?
Perhatikan tabel berikut ini dan pilih jalur paling tepat untuk calon peserta didik dilihat dari sasaran dan persyaratan




4.     Menyiapkan data pribadi lengkap seperti alamat, tanggal lahir agar mudah untuk pengisian dokumen online
5.     Menyiapkan scan/foto lengkap persyaratan sesuai jalur yang dipilih (scan/foto dalam keadaan bisa dibaca dengan baik).

BAGAIMANA JIKA SERTIFIKAT BTQ BELUM DIBERIKAN SEKOLAH?
Bisa dikosongi di form pendaftaran online, namun saat sudah diberikan bisa segera disusulkan

SAYA TAKUT TIDAK BISA MASUK, BAGAIMANA TIPS NYA?
Ikuti dulu TAHAP 1 dengan memilih jalur yang paling sesuai. Jika pada akhirnya tidak bisa masuk, masih ada kesempatan untuk diikutkan TAHAP 2 jika memenuhi syarat.

SAYA MASIH AGAK BINGUNG, BAGAIMANA INI?
Tetap tenang, dan hubungi kontak berikut ini :
Nurul Farida : 081334023446 (Tutur dan sekitarnya)
Bakhrul Ulum : 081331710517 (Gerbo dan sekitarnya)
Silvi : 083834123674 (Wonosari dan sekitarnya)
Aini : 081554231004 (Ngembal dan sekitarnya)

APA BISA DAFTAR SEBELUM TANGGAL PELAKSANAAN?
Formulir pendaftaran baru bisa dibuka pada hari pendaftaran yaitu 11-16 April dan 9-11 Mei

B.   TAHAP PENGISIAN DATA
Berikut cara pengisian formulir pendaftaran online di SMP Negeri 1 Tutur.



Untuk jalur masuk yang lainnya mirip dengan tutorial di atas, hanya dokumen tambahan menyesuaikan persyaratan tiap jalur.

C.   TAHAP TERAKHIR
1. Setelah proses pengisian data online, tahap terakhir adalah mengirimkan dokumen fotokopi untuk seluruh persyaratan (kecuali surat keterangan nilai rapor dari sekolah dokumen asli).
2.   Semua dokumen dimasukkan dalam stopmap  dan diberi nama dan sekolah asal.
3.   Dokumen tersebut diantar ke SMP Negeri 1 Tutur (hanya mengantar lalu kembali pulang ) pada pukul 07.00 hingga 12.00 pada tanggal pendaftaran. Pengumpulan boleh pada hari yang sama dengan pengisian formulir online ataupun di hari lain selama sepanjang jadwal pendaftaran.
4.     Untuk tulisan di depan mapboleh ditulis tangan atau diketik



Itu dia tips trik mendaftar online di SMP Negeri 1 Tutur, semoga bermanfaat.



Jumat, 01 April 2022

Minggu, 27 Maret 2022

JADWAL PPDB (PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU) SMPN 1 TUTUR 2022

  Assalamualaikum Warahmatullahi  Wabarakatuh, 

Salam sejahtera bagi kita semua, 
Shalom, 
Om Swastyastu, 
Namo Buddhaya

Selamat datang di halaman informasi penerimaan peserta didik baru SMP Negeri 1 Tutur. Akhirnya pada hari ini sampai juga pada pengumuman jadwal pelaksanaan, jalur masuk, hingga informasi persyaratan penerimaan peserta didik baru yang sudah ditanyakan Bapak/Ibu calon peserta didik SMP Negeri Tutur melalui website maupun chat Whatssapp. Untuk antusiasme yang sangat baik, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Masih dalam kondisi diselimuti pandemic Covid-19, semoga kita semua tetap bersemangat untuk mencari ilmu dan mendukung generasi penerus bangsa untuk menjadi generasi terbaik. Terkait dalam hal ini, SMP Negeri 1 Tutur melakukan PPDB dengan sistem online sebagai usaha memutus penyebaran virus yang semoga segera berakhir Aamiin.

Langsung saja, mari kita simak informasi berikut.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 1 Tutur bisa disimak pada brosur berikut ini:



Apabila ada pertanyaan, Bapak/Ibu bisa langsung bertanya di kolom komentar atau menghubungi Contact Person yang ada. Selanjutnya, akan segera update beragam informasi terkait PPDB di website ini. Karenanya, terus pantau website dan jangan sampai ketinggalan informasi.


Pada akhirnya, semoga kita semua tetap dalam lindungan Tuhan, tetap maksimal dalam mengusahakan kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan, serta semoga virus Corona segera berakhir. Aamiin. 

Rabu, 09 Maret 2022

Persiapkan Siswa Menuju Sekolah Lanjutan, SMPN 1 Tutur Lakukan Kegiatan Anjang Karya di SMK

 

Menyisihkan waktu dua hari (9-10/3), peserta didik SMPN 1 Tutur lakukan kegiatan anjang karya di SMK Negeri 1 Tutur. Rangkaian acara kunjungan tersebut meliputi berkeliling ke hampir seluruh area SMKN 1 Tutur. Di antara tempat yang dikunjungi adalah laboratorium peternakan, bengkel, dan ada kegiatan praktik langsung.


Praktik yang dimaksudkan adalah proses inkubasi bakteri untuk yogurt. Selain itu peserta didik SMPN 1 Tutur juga diberi kesempatan melihat secara langsung proses praktik perbaikan mesin motor. Tak ketinggalan, peserta didik juga melihat hewan ternak (kambing, dll) secara langsung.



Harapannya, peserta didik SMP Negeri 1 Tutur bisa mendapatkan gambaran tentang kegiatan belajar mengajar di SMK. Hal ini tentunya sebagai salah satu alternatif untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP.

 


Sabtu, 26 Februari 2022

GURU BERBAGI

 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

                                        Oleh : Nurul Farida, Guru BK SMPN 1 Tutur


Setelah mengikuti pembelajaran pada Modul 2.1 Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi, maka saya dapat menarik kesimpulan bahwa

· Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha menyesuaikan proses pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid di kelas.

· Hal ini dapat dilakukan melalui :

1. Pemetaan kebutuhan belajar siswa melalui kesiapan belajar, minat, dan profil belajar

Melalui: menyebarkan need asesmen ( asesmen kebutuhan ),angket/kuesioner tentang peminatan,  wawancara dengan murid atau hasil tes psikologi.

2. Menyusun RPP berdiferensiasi

3. Dengan menggunakan strategi diferensiasi konten, proses, maupun produk

· Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dengan cara :

1) Diferensiasi Konten merujuk pada strategi membedakan pengorganisasian dan format penyampaian konten ( materi pengetahuan, konsep, dan ketrampilan yang perlu dipelajari murid berdasarkan kurikulum)

2) Diferensiasi Proses  merujuk pada strategi membedakan proses yang harus dijalani oleh murid yang dapat memungkinkan mereka untuk berlatih dan memahami isi ( konten ) materi.

3) Diferensiasi Produk  merujuk pada strategi memodifikasi produk hasil belajar murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah dipelajari.

4.  menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.

5. Melakukan penilaian secara berkelanjutan

  * Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal karena pembelajaran berdiferensiasi dimulai dari memetakan murid berdasarkan aspek kebutuhannya, kesiapan belajar, minat murid , dan profil belajar murid. Jadi anak benar-benar belajar sesuai dengan kebutuhannya dan hasilnya dapat lebih maksimal.

Kaitan materi dalam modul 2.1 dengan modul lain

 Dasar-dasar pendidikan menurut KHD ( Modul 1.1) bahwa pendidikan itu harus berpusat pada anak, menyenangkan, sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Maka peran dan nilai guru penggerak  ( Modul 1.2) sangatlah penting yaitu Menjadi Pemimpin Pembelajaran, Menggerakkan Komunitas Praktisi, Menjadi Coach Bagi Guru Lain, Mendorong Kolaborasi Antar Guru, Mewujudkan Kepemimpinan Murid. Nilai guru penggerak antara lain Mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, berpihak pada murid. Dengan peran dan nilai yang dimiliki itulah, guru menyusun visi guru penggerak ( Modul 1.3). Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan budaya positif ( Modul 1.4)  yang harus ditumbuhkan di lingkungan belajar siswa. Selain itu juga agar pembelajaran lebih bermakna dan hasilnya lebih optimal sesuai filosofis KHD, maka pembelajaran itu harus sesuai dengan kebutuhan siswa. Upaya untuk menyesuaikan proses pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan siswa akan belajar di sebut Pembelajaran Berdiferensiasi ( Modul 2.1).

Terimakasih...Salam Guru Penggerak


Jumat, 28 Januari 2022

Guru Berbagi

 FORUM BERBAGI

ARTIKEL AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

 

Oleh:

Nurul Farida

Guru SMPN 1 Tutur

CGP Angkatan 4 Kab. Pasuruan Jawa Timur

 

A. Latar Belakang

Membangun budaya positif di sekolah merupakan hal yang sangat penting. Sesuai dengan filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara dimana pendidikan harus berpihak pada murid, sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, guru ibarat petani dan murid ibarat benih yang ditanam, tugas guru adalah menuntun dan sebagai pamong. Peran dan nilai guru penggerak sebagai agen transformasi perubahan diharapkan dapat mempercepat pembangunan budaya positif di sekolah sehingga visi Guru Penggerak dalam menciptakan Profil Pelajar Pancasila dapat segera terwujud.

Dalam membangun budaya positif ini diperlukan dukungan, kolaborasi dan peran serta seluruh kekuatan dan pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan, mulai dari peserta didik, guru, kepala sekolah, komite sekolah, pengawas sekolah, instansi yang ada di sekitar sekolah, masyarakat di lingkungan sekolah, orangtua murid, dan semua pihak yang memiliki kepentingan dengan sekolah.

B. Tujuan

Membangun budaya positif di sekolah

Pengimbasan Pendidikan Guru Penggerak

Berbagi pemahaman dan pengalaman tentang penerapan budaya positif di sekolah

C. Kegiatan yang dilaksanakan

Penerapan budaya positif Keyakinan Kelas di semua kelas yang diampu.

Penerapan budaya positif Keyakinan Kelas di LDKS OSIS SMPN 1 Tutur.

Pengimbasan pada rekan guru yang ada di sekolah ( SMPN 1 Tutur)

Pengimbasan pada sesama Guru Bimbingan Konseling yang tergabung dalam komunitas Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMP Kabupaten Pasuruan

D. Deskripsi Kegiatan

Mengawali semester genap Tahun Pelajaran 2021/2022, saya melaksanakan aksi nyata budaya positif Keyakinan Kelas di semua kelas yang saya ampu. Yaitu kelas 9A sampai dengan kelas 9G. Pembentukan keyakinan kelas melalui curah pendapat dari semua siswa di kelas. Masing-masing siswa menuliskan aturan yang ingin disepakati dikelasnya pada pos it dan menempelkannya pada tempat yang telah disediakan. Kemudian aturan-aturan itu dirubah menjadi keyakinan kelas yang merupakan nilai kebajikan yang bersifat universal. Setelah terbentuk, hasilnya ditempel di dinding kelasnya agar siswa senantiasa ingat dan dapat melaksanakan keyakinan kelas yang telah disusunnya dengan kesadarannya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain.

Penerapan budaya positif Keyakinan Kelas juga saya laksanakan pada Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah (LDKS) OSIS SMPN 1 Tutur yang dilaksanakan pada awal Januari 2022. Praktiknya sama dengan pembentukan keyakinan kelas di kelas, hanya pada LDKS keyakinan kelas yang dimaksud adalah keyakinan kelas dalam OSIS.

Kegiatan yang saya lakukan berikutnya adalah Pengimbasan Modul 1 pada semua guru di SMPN 1 Tutur. Karena di sekolah kami ada 3 (tiga) orang Calon Guru Penggerak maka kami membaginya dalam tiga kelas. Dengan tujuan agar pengimbasan dapat lebih fokus, materi lebih mudah dipahami, dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Kami memanfaatkan waktu setelah mengajar sambil menunggu waktu pulang ( face print) sehingga tidak mengganggu pembelajaran di sekolah. Materi kami susun dengan strategi yang menyenangkan, dengan ice breaking, permainan, aktivitas seru, kerja kelompok agar tidak membosankan, lebih bermakna, dan berpusat pada peserta pengimbasan. Kegiatan kami laksanakan di ruang kelas. Teman-teman guru sangat antusias dan bersemangat mengikuti pengimbasan itu. Merka terlihat sangat menikmati dan selalu terlibat aktif.

Setelah pengimbasan di sekolah, saya berkoordinasi dengan pengurus MGBK      (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) Kabupaten pasuruan untuk dapat melakukan pengimbasan di  komunitas MGBK. Disetujui dan diberikan waktu khusus. Kebetulan CGP Bimbingan Konseling SMP ada tiga orang, maka kami saling bekolaborasi dan berbagi tugas. Kami menggunakan strategi yang menyenangkan, ice breaking, permainan, aktivitas seru, dan kerja kelompok. Alhamdulillah, semua peserta MGBK bersemangat dan mengikuti semua kegiatan pengimbasan sampai akhir.

Diakhir kegiatan kami meminta testimoni dari peserta pengimbasan, baik secara lisan maupun lewat tulisan melalui aplikasi padlet. Hampir semua peeta merasa senang dan termotivasi untuk menerapakan budaya positif di sekolahnya masing-masing.

E. Hasil yang diharapkan

Semua warga sekolah memahami pentingnya budaya positif di sekolah. Memperoleh dukungan dari semua pihak dan kolaborasi dengan rekan sejawat maupun orang tua dalam membangun budaya positif di sekolah.

F. Tolak Ukur Keberhasilan

Dukungan dari seluruh warga sekolah.

Kolaborasi berjalan dengan lancar dan sesuai rencana.

Penerapan budaya positif pada semua sisi pembelajaran di sekolah.

G. Refleksi

Dalam membangun dan menerapkan budaya positif, motivasi instrinsik sangatlah diperlukan. Selain itu juga memerlukan waktu yang lama dan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak yang berkepentingan dengan sekolah antara lain kepala sekolah, rekan guru, pengawas, dinas pendidikan, komite sekolah,orang tua, lingkungan sekitar sekolah, dan institusi di sekitar sekolah

 

H. Rencana Perbaikan

Dalam menerapkan budaya positif menggunakan strategi dan metode yang lebih bervariasi dan menyenangkan.

Bersemangat dan selalu menumbuhkan motivasi rekan sejawat dan siswa.

Dilaksanakan secara terus menerus dan tidak mudah putus asa.


Link Youtube Video Pengimbasan dan Aksi Nyata

https://www.youtube.com/watch?v=D9a5K1poFrM

Link Materi Presentasi

https://www.canva.com/design/DAEzLQAMFvI/lwGe62WAEdSMJ4x8yzdRJw/view?utm_content=DAEzLQAMFvI&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

Link Padlet Testimoni Pengimbasan Peserta

https://padlet.com/nurulfarida350/dc2dxqd9nocgqmst


Testimoni dari siswa





Guru Berbagi

ARTIKEL

AKSI NYATA MODUL 1.4.10.2 PENERAPAN BUDAYA POSITIF

 

“PENERAPAN BUDAYA POSITIF PEDULI LINGKUNGAN

DI SMPN 1 TUTUR”

OLEH

SWITANING DYAH WIRATAMA

GURU SMPN 1 TUTUR

CGP ANGKATAN 4 KABUPATEN PASURUAN

 

LATAR BELAKANG :

Upaya untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia dan mampu menempatkan dirinya dalam situasi apapun dapat dilakukan dengan penanaman karakter pada murid, yang akan membawa dampak yang positif bagi terwujudnya profil pelajar pancasila. Penanaman karakter secara langsung dapat membentuk nilai-nilai yang positif pada diri murid. Karakter peduli pada murid merupakan hal penting, tetapi akhir-akhir ini bisa dirasakan terkikisnya kepedulian murid pada keadaan disekitarnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya penggunaan HP selama masa pandemic yang tidak pernah lepas dari anak, kurangnya sosialisasi anak dengan lingkungan sekitar dan banyak lagi permasalahan lainnya. Untuk itu perlu dikembangkan Budaya Positif Peduli pada murid-murid kita.

 TUJUAN :

            Terbentuknya sifat peduli, gotong royong, saling membantu, rasa memiliki, menyayangi sesama, teman, tanaman dan lingkungan sekitarnya. 

TOLAK UKUR

Tercipta lingkungan sekolah yang menyenangkan, aman, nyaman, bersih, rapi dan indah.

PELAKSANAAN

1.      Sosialisasi Program peduli lingkungan kepada: 

a.    murid di kegiatan LDKS dan di kelas IX (kelas yang saya ampu)

b.    wali murid pada saat pengambilan rapot semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022

c.    Teman sejawat/ guru SMPN 1 Tutur

d.    Komunitas MGMP Prakarya Kabupaten Pasuruan

2.     Menjalankan kegiatan peduli lingkungan (misalnya jika ada sampah tercecer ada rasa peduli untuk memasukkan ke tempat sampah, ada tanaman yang kering, murid punya inisiatif untuk menyiramnya dll

3.     Menjalankan budaya positif dalam pembelajaran sesuai dengan keyakinan kelas

4.    Melaporkan hasil kegiatan / program

 DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

Dalam menciptakan budaya ajar yang baik, maka budaya positif di sekolah tidak berdiri sendiri, karena dibutuhkan sinergitas antar semua pemangku kepentingan di sekolah dalam pembiasaan-pembiasaan positif yang diterapkan. Pembiasaan positif yang akan membudaya dan berakar. Sehingga budaya tersebut dapat menjadi suatu kekuatan unuk menerapkan Budaya positif Peduli Lingkungan .

REFLEKSI

        Budaya Positif dapat terbentuk jika terdapat motivasi intrinsik dari semua warga sekolah, dan adanya kolaborasi yang saling mendukung dari murid, guru, orang tua, pemegang kebijakan, komite sekolah, dan masyarakat, dengan menerapkan Filosofi KHD, menerapkan nilai dan peran guru, serta menerapkan semua poin-poin dalam budaya positif.

RENCANA PERBAIKAN/ RENCANA TINDAK LANJUT

Proses aksi nyata tidak seratus persen berjalan sesuai dengan yang direncanakan oleh sebab itu ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan diantaranya:

1.      Membuat draf aksi nyata untuk pelaksanaan kegiatan di rumah dan di sekolah (karena masih dalam masa PTMT),

2.     Berkoordinasi dengan orang tua murid lewat wali kelas untuk dapat mengawasi aktivitas siswa di ruma pada masa pandemic,

3.     Membuat sosialisasi dalam bentuk baliho yang ditempatkan pada lingkungan sekolah,

4.    Membentuk TIM peduli lingkungan sekolah yang melibatkan siswa pada masing-masing kelas,

5.    Memperbaiki tempat pembuangan sementara,

 DOKUMENTASI

VIDEO  BUDAYA POSITIF 


Dokumentasi sesuai Artikel

https://www.canva.com/design/DAE27THw0gY/EOMuJZkAojFiaptVf7bDOw/edit

PPT MATERI SOSIALISASI

https://www.canva.com/design/DAEzLQAMFvI/lwGe62WAEdSMJ4x8yzdRJw/view?utm_content=DAEzLQAMFvI&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

REFLEKSI BUDAYA POSITIF DARI MURID

https://padlet.com/switaningdyahw/p3vwzkfk7e2z4m2e

REFLEKSI BUDAYA POSITIF DARI PESERTA MGMP

https://padlet.com/switaningdyahw/gdo7yk4ymwug3rs7


Rabu, 19 Januari 2022

Raih Juara, Film SMPN 1 Tutur Buat Banyak Orang Menangis



Berjudul "Mentas", film pendek yang dibuat SMPN 1 Tutur berhasil menyabet terbaik ke empat atau juara harapan 1 pada lomba film "Anti Narkoba" yang digelar GRANAT Kabupaten Pasuruan. 

Menampilkan cerita seorang anak bernama Angga (Wido Dwi P) yang merupakan siswa pindahan dari Surabaya dan karena suatu hal pindah ke SMPN 1 Tutur. Merupakan anak yang ceria, suka bergaul, dan banyak teman, Angga dikenal sebagai siswa yang dapat menghidupkan suasana kelas. 

Namun di suatu ketika, sahabat Angga yang bernama Daffa (Yoga Pratama) mendapati temannya dalam kondisi yang tidak seperti biasa. Nah, tidak hanya itu teman teman sekelas Angga juga mendapatinya berhutang uang hampir ke seluruh kelas. Tidak hanya itu, Angga kedapatan memalak adik kelas nya. Bagaimana kelanjutan ceritanya, simak film lengkapnya di bawah ini. 

Akhir film yang mengharukan tak ayal membuat banyak penonton menangis. Diperankan oleh siswa kelas 8A SMPN 1 Tutur dan beberapa guru, film ini sarat pesan baik. 

Tak ayal, film ini membuat nama SMPN 1 Tutur menjadi salah satu film terbaik dalam ajang perlombaan yang diadakan di Kabupaten Pasuruan tersebut. 

Kami nantikan, prestasi dan karya-karya lain dari SMPN 1 Tutur. Semangat...